KATA PENGANTAR
Segala puji
dan syukur, kita panjatkan kehadirat Allah SWT� atas segala nikmat sehat dan
kesempatan serta rahmat dan hidayahnya yang senantiasa tercurahkan kepada kita
yang tak terhingga ini. Sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan
Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya
sampai akhir zaman amin ya robal alamin.
Saya menyampaikan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ekonomi, yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini dan semua pihak yang telah
membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga saya dapat menyelesaikannya
makalah ini dengan tepat waktu.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi
para pembaca pada umumnya.
surabaya, juli 2017
Penulis
BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Transportasi merupakan sarana
yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam
mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dan perkembangan wilayah baik itu
daerah perdesaan maupun daerah yang lainnya. Sistem transportasi yang ada
dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumberdaya
lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi didaerah ini
menyebabkan pengurangan konsentrasi
tenaga kerja yang mempunyai keahlian dan ketrampilan pada wilayah
tertentu, selain itu transportasi juga untuk membuka peluang kegiatan
perdagangan antar wilayah dan mengurangi perbedaan antar wilayah sehingga
sehingga mendorong terjadinya pembangunan antar wilayah. Dengan adanya
transportasi harpannya dapat menghilangkan isolasi dan member stimulant ke arah
perkembangan di semua bidang kehidupan, baik perdagangan, industry maupun
sector lainnya merata disemua daerah.
Transportasi sangat penting peranannya bagi daerah baik itu perdesaan
atau daerah semi urban atau urban di Negara-negara yang sedang berkembang,
karena menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan
jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan social ekonomi. Akses terhadap
informasi, pasar, dan jasa masyarakat dan lokasi tertentu, serta
peluang-peluang baru kesemuanya merupakan kebutuhan yang penting dalam proses
pembgunan.
Dengan dibangunnya sarana transportasi, kegiatan ekonomi masyarakat,
pemberdaya masyarakat, khusunya dalam pembangunan pada kawasan yang mempunyai
potensi ekonomi tinggi akan lebih mudah dikembangkan. Kegiatan ekonomi
masyarkat ini akan berkembang apabila mempunyai prasarana dan sarana tranportasi
yang baik untuk aksebilitas. Aksesibiltas ini dapat memacu proses interasi
antar wilayah sampai ke daerah yang terpencil sehingga tercipta pemerataan
pembangunan.
Kajian transportasi dan perkembangan wilayah memiliki dimensi
persoalan dengan rentang yang luas dan kompleks. Oleh karena itu untuk dapat
memahami pola kerja transportasi dan aksesibiltas, dituntut untuk memiliki
pandangan yang luas tidak hanya pada satu bidang kajian ilmu saja.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana sejarah pertumbuhan transportasi ?
2.
Apa saja
fungsi transportasi dalam perekonomian di Indonesia?
TUJUAN
MAKALAH
1.
Untuk mengetahui sejarah pertumbuhan
transportasi.
2.
Untuk mengetahui fungsi Transportasi dalam
perekonomian di Indonesia.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Perkembangan Transportasi
Sejak dahulu
kala transportasi telah digunakan dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja alat
angkaut yang digunakan bukan sekarang ini. Sebelum tahun 1800 alat yang
digunakan adalah secara manual atau tenaga manusia, hewan dan sumber tenaga
dari alam. Pengangkutan barang-barang dalam jumlah kecil dan membutuhkan waktu
yang cukup lama.
Antara
tahun 1800-1860 transportasi telah mulai berkembang dengan dimanfaatkannya
sumber tenaga mekanis seperti kapal uap, kereta api yang banyak digunakan dalam
dunia perdagangan.
Pada
tahun 1860-1920 telah ditemukan kendaraan bermotor, pesawat terbang dalam masa
ini angkutan kereta api dan jalan raya memegang peranan yang sangat penting.
Dalam tahun 1920 transportasi telah mencapai tingkat perkembangan pada
puncaknya (mature) dengan system transportasi multi modal (multi modal sitem).
Trasnportasi
sebagai dasar pembanguna ekonomi ini dan perkembangan masyarakat serta
pertumbuhan industralisasi. Dengan adanya transportasi menyebabkan adanya
spesialisasi atau pembagian pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian yang
dimiliki.
Pertumbuhan
ekonomi suatu Negara atau bangsa tergantung pada tersediannya pengangkutan
(transportasi) dalam Negara atau bangsa yang bersangkutan. Dalam hal ini dengan
menggunakan transportasi dapat menciptakan suatu barang atau komoditi yang
berguna menurut waktu dan tempat.
Dalam
transportasi kita dapat melihat dua kategori :
Pertama : Pemindahan bahan-bahan
dan hasil produksi dengan menggunakan alat angkut. Kedua :
mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain.
Transportasi
ialah kegiatan pemindahan barang dan penumpang dari satu tempat (asal) ke
tempat yang lain. Dalam transportasi ada dua unsure yang terpenting yaitu :
1.
Pemindahan atau Pergerakan (muatan)
2.
Secara fisik mengubah tempat dari harga
(komoditi) dan penumpang ke tempat lain.
Hurst (1974)
mengemukakan bahwa interaksi antar wilayah tercermin pada keadaan fasilitas
transportasi serta aliran orang, barang, maupun jasa. Transportasi merupakan
tolok ukur dalam interaksi keruangan antar wilayah dan sangat penting
peranannya dalam menunjang proses perkembangan suatu wilayah. Wilayah dengan
kondisi geografis yang beragam memerlukan keterpaduan antar jenis transportasi
dalam melayani kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya, sistem transportasi
dikembangkan untuk menghubungkan dua lokasi guna lahan yang mungkin berbeda.
Transportasi digunakan untuk memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke
tempat lain sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih meningkat.
Dengan transportasi yang baik,
akan memudahkan terjadinya interaksi antara penduduk lokal dengan dunia luar.
Keterisolasian merupakan masalah pertama yang harus ditangani.
Transportasi berfungsi sebagai
jembatan yang menghubungkan produsen dengan konsumen dan meniadakan jarak
diantara keduanya. Jarak tersebut dapat dinyatakan sebagai jarak waktu maupun
jarak geografis. Jarak waktu timbul karena barang yang dihasilkan hari ini
mungkin belum dipergunakan sampai besok. Jarak atau kesenjangan ini dijembatani
melalui proses penggudangan dengan teknik tertentu untuk mencegah kerusakan
barang yang bersangkutan.
Transportasi erat sekali dengan
penggudangan atau penyimpanan karena keduanya meningkatkan manfaat barang.
Angkutan menyebabkan barang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain
sehingga bisa dipergunakan di tempat barang itu tidak didapatkan. Dengan
demikian menciptakan manfaat tempat. Penyimpanan atau penggudangan juga
memungkinakan barang disimpan sampai dengan waktu dibutuhkan dan ini berarti
memberi manfaat waktu (Schumer, 1974). Pembangunan suatu jalur transportasi
maka akan mendorong tumbuhnya fasilitas-fasilitas lain yang tentunya bernilai
ekonomis.
2.3
FUNGSI TRANSPORTASI TERHADAP PEROKONOMIAN INDONESIA
1. Tranportasi sebagai pengembangan wilyah
Kemajuan transportasi akan
membawa peningkatan mobilitas manusia, mobilitas faktor-faktor produksi dan
mobilitas hasil olahan yang dipasarkan. Makin tinggi mobilitas yang dilakukan
maka semakin cepat gerakan distribusi serta lebih singkat waktu yang diperlukan
dalam mengolah bahan dan memindahkan nya dari tempat dimana bahan tersebut yang
semula kurang bermanfaat ke lokasi dimana manfaatnya lebih besar. Peningkatan
produktivitas, karena transportasi ini merupakan
motor utama penggerak kemajuan ekonomi. Ekonomi yang berkembang
akan ditunjukkan oleh adanya mobilitas yang tinggi, dengan ditunjang
transportasi yang memadai dan lancar. Seperti hal nya negara-negara maju,
mereka memiliki transportasi yang mendukung dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan. Dengan transportasi yang baik,
akan memudahkan terjadinya interaksi antara penduduk lokal dengan
dunia luar. Keterisolasian merupakan masalah pertama yang harus ditangani.Transportasi
berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan produsen dengan konsumen. Kajian
transportasi dan perkembangan wilayah memiliki dimensi persoalan dengan rentang
yang luas dan kompleks. Oleh karena itu untuk dapat memahami pola kerja transportasi
dan aksesibilitas, dituntut untuk memiliki pandangan yang luas tidak hanya pada satu bidang kajian ilmu
saja.
Transportasi dan perkembangan
wilayah merupakan hal yang sangat erat hubungannya. Dikarenakan dalam
pengembangan wilayah haruslah memiliki transportasi yang mendukung.
Transportasi dapat memajukan
kesejahteraan ekonomi dan masyarakat, menciptakan dan meningkatkan
tingkat aksesibilitas dari potensi-potensi sumber alam dan luas pasar.
Sumber alam yang semula tidak termanfaatkan akan terjangkau dan dapat diolah.
Prasarana transportasi berperan sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan dan sebagai prasarana bagi pergerakan
manusia dan atau barang akibat adanya kegiatan ekonomi di daerah tersebut.
Sebagai contoh suatu kawasan permukiman baru yang hendak
dipasarkan, tidak akan pernah ada peminatnya apabila di lokasi tersebut tidak
disediakan prasarana transportasi. Hal senada juga terjadi di kawasan
permukiman transmigran. Suatu kawasan permukiman
tidak akan dapat berkembang meskipun fasilitas rumah dan sawah sudah siap pakai
jika tidak tersedia prasarana transportasi. Hal ini akan mengakibatkan
biaya transportasi menjadi sangat tinggi. Jika hal ini dibiarkan terus maka
kawasan permukiman transmigran tersebut tidak akan berkembang. Oleh karena itu, kebijakan yang harus dilakukan
adalah menyediakan sistem prasarana transportasi dengan biaya
minimal agar dapat dilalui. Faktor perkembangan wilayah yakni modal, tenaga
kerja, perlengkapan SDA dan pasar merupakan kesatuan yang saling berkaitan dan
nantinya menghasilkan interaksi dan menciptakan kegiatan ekonomi, social maupun
politik.
Kemajuan transportasi akan membawa peningkatan mobilitas
manusia, mobilitas faktor-faktor produksi dan mobilitas hasil olahan yang
dipasarkan. Makin tinggi mobilitas yang dilakukan maka semakin cepat gerakan
distribusi serta lebih singkat waktu yang diperlukan dalam mengolah bahan dan
memindahkan nya daritempat dimana bahan tersebut yang semula kurang bermanfaat
ke lokasi dimana manfaat nya lebih besar. Peningkatan produktivitas, karena
transportasi ini merupakan motor utama
penggerak kemajuan ekonomi. Ekonomi yang berkembang akan
ditunjukkan oleh adanya mobilitas yang tinggi, dengan ditunjang transportasi
yang memadai dan lancar. Seperti hal nya negara-negara maju, mereka memiliki
transportasi yang mendukung dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan.
Dengan transportasi yang baik,
akan memudahkan terjadinya interaksi antara penduduk lokal
dengan dunia luar. Keterisolasian merupakan masalah pertama yang harus ditangani.
Transportasi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan produsen dengan
konsumen. Kajian transportasi dan perkembangan wilayah memiliki dimensi
persoalan dengan rentang yang luas dan kompleks. Oleh karena itu untuk dapat
memahami pola kerja transportasi dan aksesibilitas, dituntut untuk
memiliki pandangan yang luas tidak
hanya pada satu bidang kajian ilmu saja. Salah satu bidang ilmu
yang terkait dengan transportasi adalah geografi transportasi.
2. Peranan Transportasi
dalam Pembangunan Wilayah
Menurut Hurst (1974) kajian geografi
transportasi umumnya berfokus pada ”jaringan transportasi, lokasi, struktur,
arus, dan signifikansi serta pengaruh jaringan terhadap ruang ekonomi yang
berkaitan dengan pengembangan wilayah dengan prinsip ketergantungan antara
jaringan dengan ruang ekonomi sebagaimana perubahan aksesibilitas”. Dalam hal
ini semakin baik suatu jaringan transportasi maka aksesibilitasnya juga semakin
baik sehingga kegiatan ekonomi juga semakin berkembang.
Contoh dari betapa pentingnya
peran transportasi bagi pengembangan wilayah perkotaan adalah fenomena yang
terjadi daerah ibukota Jakarta, daerah ibukota mengalami kemajuan yang sangat
pesat dengan adanya sarana transportasi yang memadai. Kemajuan yang sangat
pesat ini memberikan beban yang sangat berat pada daya dukung lingkungannya.
Perkembangan ini didukung pula oleh adanya akses tol sehingga memudahkan
mobilisasi penduduk antar wilayah. Keadaan ini memicu fenomena berkembangnya
kota baru/pemukiman berskala besar, seiring dengan berkembangnya kawasan
industri.
Kota – kota baru tersebut
dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan perumahan beserta berbagai sarana
pendukungnya, serta aktivitas kawasan industri sebagai basis ekonomi kota baru.
Akibat dari pembangunan dari tol ini maka muncul beberapa kota kota baru.
Mengacu pada tujuan diatas maka sasaran yang ingin dicapai dalam studi ini
adalah mnegukur dampak yang ditimbulkan perkembangan masing – masing kota baru
pada sistem transportasi di wilayah penagruhnya, menghitung ketergantunagn penghuni
kota baru terhadap kondisi keuangan pemerintah daerah. Jalan tol dan
fasilitasnya merupakan prasarana (infrastructure) transportasi darat yang
merupakan jalan bebas hambatan (uninterrupted) bagi lalulintas kendaraan
dikenakan bayaran (charge) langsung bagi pengguna sesuai dengan tarif yang
ditentukan. Pengembangan jalan tol bermanfaat sebagai pemicu pengembangan
wilayah sekitar karena pengaruh accesbility yang semakin tinggi dan penghematan
biaya perjalalanan (general cost) bagi pelaku pergerakan.
Ada tiga pihak terkait yang
berkepentingan dalam pengembangan jalan tol, antara lain :
· Pihak
Pengguna
· Pihak
Pengusaha / investor
· Pihak
Pemerintah sebagai regulator yang membawa kepentinganmasyarakat umum untuk
tujuan pengembangan wilayah. Pihak Pemerintah (dalam hal ini Pemkot/Pemkab dan
Pemprov) berkepentingan dalam hal pengaruh pengadaan jalan tol terhadap
pengembangan lingkungan, seperti:
1. percepatan
pengembangan wilayah pengaruh,
2. penyerapan tenaga
kerja, pemasukanterhadap pendapatan daerah,
3. pengurangan tingkat kemacetan lalulintas di
jalan-jalan alternatif utama yang ada dan
4. dapat merupakan perangsang
bagi investor lain, khususnya di sektor usaha pengembangan lainnya (jika
investor tersebut sudah merasakan keamanan dan menguntungkan dalam
menginvestasi modalnya) seperti; sektor jasa, sektor perdagangan, sektor
industri dan sebagainya.
3. Angkutan Sebagai Prasarana
Ekonomi.
Fungsi transportasi adalah
untuk mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Kebutuhan akan angkutan penumpang tergantung fungsi bagi kegunaan seseorang
artinya seseorang dapat mengadakan perjalanan untuk kebutuhan pribadi atau
untuk keperluan usaha.
Faktor-faktor kebutuhan
ekonomis yang berhubungan dengan angkutan dari suatu jenis barang, tergantung
daripada sifat barang dan kegunaan ekonomisnya. Jadi trasportasi menciptakan
kegunaan tempat dengan mengangkut suatu jenis barang dari suatu tempat ke
tempat yang bersangkutan.
Harga barang dan jasa pada
hakikatnya dipengaruhi oleh permintaan akan barang dan jumlah barang yang
tersedia. Biaya merupakan unsur penting dalam produksi barang yang merupakan
faktor pendorong bagi produksi barang jadi.
Dalam menentukan biaya
trasportasi, beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Perbandingan antara
bobot dan volume barang.
2. Kemungkinan kerusakan
barang.
3. Kemungkinan merusak
barang lain.
4. Harga pasar dari barang
tersebut.
5. Jarak angkutan.
6. Keteraturan dan volume
barang.
7. Tingkat persaingan
dengan sarana angkutan lain baik intermoda maupun intcamoda.
8. Biaya yang berhubungan
dengan jasa-jasa yang dihasilkan.
9. Faktor-faktor khusus
yang memungkinkan mempengaruhi angkutan.
Pengaruh dari faktor-faktor
tidak sama (extern) dalam hal tertentu bisa berbeda dengan yang lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Transportasi merupakan salah
satu hal yang sangat berperan dalam pembangunan secara menyeluruh. Transportasi
juga sangat berkaitan dengan penggunaan lahan, baik di desa maupun di kota.
Dari penjelasan di atas dapat
diambil kesimpulan :
1. Penggunaan lahan adalah
hasil akhir dari aktivitas dan dinamika kegiatan manusia dipermukaan bumi yang
bukan berarti berhenti namun tetap masih berjalan (dinamis).
2. Transportasi dan pengunaan
lahan menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan. Dalam konteks perencanaan,
transportasi dan penggunaan lahan memiliki tujuan yang terarah dan spesifik.
3. Keterkaitan antara Sistem
Transportasi dan Pengembangan Lahan yaitu kajian yang tidak dapat terlepas dari
eksistensi ruang dalam studi geografi. Sistem transportasi dan pengembangan
lahan (land development) saling berkaitan satu sama lain.
4. Pengembangan lahan tidak
akan terjadi tanpa sistem transportasi, sedangkan sistem transportasi tidak
mungkin disediakan apabila tidak melayani kepentingan ekonomi atau aktivitas
pembangunan.
5. Pola jaringan jalan dapat
mempengaruhi perkembangan tata guna lahan. Jaringan jalan yang direncanakan
secara tepat akan merupakan pengatur lalu lintas yang baik.
6. Pengurangan biaya
transportasi pada umumnya akan membawa lebih banyak lahan yang dapat dipakai
untuk pemukiman atau kegiatan ekonomi lainnya dengan akibat kepadatan pemakaian
rata-rata akan berkurang.
3.2 SARAN
Sudah sepatutnya kita sadar
akan pentingnya arti transportasi dalam kehidupan ini. Namun kita juga harus
sadar akan berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya.
0 Response to "MAKALAH PENGARUH TRANSPORTASI TERHADAP EKONOMI"
Post a Comment